Intervensi Desa Dalam Penganggaran Dana Desa
Rembug
Adalah Solusi dalam Menentukan Program Strategis
Stunting adalah
gagal tumbuh pada anak dibawah lima tahun yang disebabkan oleh kekurangan gizi
kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih
pendek dari rata-rata usia, Kondisi ini paling sering terjadi pada periode
1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak usia dua
tahun. Upaya untuk mencegah dan mengatasi stunting melalui program
spesifik dan sensitif yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 0-23
bulan, dengan fokus pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Desa akan melakukan upaya yang stategis dan tepat sasaran, intervensi desa terhadap Kesehatan yang ada didesa terutama stunting mesti optimal. Dibutuhkan kolaborasi semua pemangku kepentingan yang ada di Desa, melakukan musyawarah, berembug bagaimana mengatasi anak resiko stunting, itulah yang dilakukan TPP, setia dan sedia menfasilitasi proses percepatan penurunan stunting termasuk mendampingi ibuk ibuk kader dalam Menyusun program strategis.
Penyebab
utama stunting
- Asupan gizi tidak memadai: Kekurangan gizi kronis
sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun, baik dari segi kualitas
maupun kuantitas.
- Infeksi berulang: Anak sering sakit,
yang menghambat pertumbuhan optimalnya.
- Faktor lain:
- Kurangnya ASI eksklusif.
- Kualitas makanan pendamping
ASI (MPASI) yang kurang baik.
- Penyakit yang menghalangi
penyerapan nutrisi, seperti alergi susu sapi atau sindrom malabsorbsi.
- Penyakit bawaan.
- Faktor sosial ekonomi
seperti kemiskinan.
Ciri-ciri
stunting
- Tinggi badan lebih rendah
dari rata-rata usianya atau di bawah -2negative 2−2 standar deviasi (SD)
dari grafik pertumbuhan WHO.
- Perawakan pendek.
- Berat badan rendah yang
tidak sesuai usianya.
- Proporsi tubuh tampak
normal, namun secara keseluruhan terlihat lebih kecil atau lebih muda dari
usianya.
- Hambatan pada perkembangan
kognitif dan motorik.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar